KELUARGA DAN SAHABAT RASULLAH

KELUARGA DAN SAHABAT RASULLAH
Update : 16 / Februari / 2006
Edisi 17 Th. 2-2005M/1426H

Rasullah SAW adalah Utusan Allah, pimpinan dan panutan (uswah hasanah) bagi umat, karena itu, mengenal Rasulullah dan orang-orang dekatnya, yang mendampinginya di saat susah maupun senang, yang berperang bersamanya, yang mengamini doa-doanya, dan yang membela perjuangannya, adalah hal yang semestinya hingga dapat menumbuhkan cinta yang pada saatnya akan menegaskan komitmen “Ittiba” pada segala apa yang datang dari Nabi Muhammad Saw. Kecintaan kepada Rasulullah hakikatnya ditentukan pula oleh Kecintaan sesorang kepada semua yang mempunyai hubungan dan sambungan (ittisol) kepada Rasulullah. Berikut adalah mereka yang berada dekat dengan Rasullah SAW baik sebelum Islam diturunkan sampai akhirnya Islam menjadi jalan hidup.

Istri- istri Nabi

Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH)
Dia adalah istri Rasulullah yang pertama dan orang yang paling banyak membantu perjuangannya di tahun-tahun pertama kenabian. Sebelum masa kenabian ia dijuluki dengan julukan “wanita suci”. Rasulullah menikah dengannya 15 tahun sebelum diangkat menjadi nabi. Putra-putrinya dari Nabi adalah; Qasim, Abdullah keduanya meninggal ketika masih kecil, kemudian Zainab, Ruqaiyah, Ummi Kultsum dan Fatimah Az Zahro’. Dia memberikan dukungan penuh baik moril maupun materil kepada Nabi dalam perjuangan beliau. Khadijah wafat pada “aamul-huzni” [tahun kesedihan] dan dimakamkan di Ma’la. Sebelum beliau wafat Rasulullah SAW tidak menikahi wanita lain selain beliau.

Aisyah binti Abu Bakar (wafat 58 H)
Dia dipersunting oleh Nabi SAW pada tahun kedua Hijrah dan satu-satunya istri Rasulullah SAW yang dinikahi sewaktu perawan. Dia adalah istri yang paling dicintai oleh Nabi dan yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Nabi. Dia juga termasuk wanita yang paling pakar dalam ilmu agama dan etika. Dia wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi.

Hafsah binti Umar (wafat 45 H)
Dari sejak Islam muncul, dia langsung memeluk agama Islam. Dia bersama suaminya ikut hijrah ke Madinah, namun suaminya meninggal dunia seusai perang Badar. Rasulullah melamarnya dari orang tuanya, seterusnya dia dinikahkan kepada Rasulullah. Beliau meninggal di Madinah.

Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H)
Nama aslinya adalah Burrah binti Harits. Dia ditawan oleh kaum Muslimin pada perang Bani Musthaliq dan diberikan kepada Tsabit bin Qais sebagai bagian dari rampasan perang. Dia diberi hak oleh Tsabit untuk menebus kemerdekaannya dengan imbalan sejumlah harta. Dia pergi menghadap Rasulullah minta bantuan, Rasulullah menawarkan kepadanya persetujuannya membayar sejumlah harta yang telah disepakati itu kemudian setelah merdeka Rasulullah menikahinya.

Maimunah binti Harits (wafat 50 H/670 M)
Nama aslinya adalah Burrah, oleh Nabi diganti dengan Maimunah. Dialah wanita yang menghadiahkan dirinya kepada Nabi yang karenanya turun ayat yang artinya: “Perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi..”.(Al- Ahzab, ayat 50)

Mariah Qibtiah (wafat 16 H/637 M)
Seorang wanita asal Mesir yang dihadiahkan oleh Muqauqis, penguasa Mesir kepada Rasulullah tahun 7 H. Setelah dimerdekakan lalu dinikahi oleh Rasulullah dan mendapat seorang putra bernama Ibrahim. Sepeninggal Rasulullah dia dibiayai oleh Abu Bakar kemudian Umar dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.

Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H/643 M)
Dia masuk Islam bersama suaminya dan turut hijrah ke Abessina ( Habasyah). Dalam hijrah yang kedua, suaminya meninggal dunia, lalu dinikahi oleh Rasulullah setelah Khadijah wafat. Rasulullah membawanya hijrah ke Madinah. Dia termasuk istri Nabi yang sering memberikan giliran harinya kepada Aisyah.

Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H)
Sebelumnya dia penganut Yahudi Bani Akhthab yang tertawan pada perang Khaibar. Rasulullah SAW memilih dan memerdekakannya, lalu ia masuk Islam, setelah itu dinikahi oleh Rasulullah SAW dan wafat di Madinah.

Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H/664 M)
Nama lengkapnya adalah Ramlah binti Abu Sofyan, dia ikut hijrah ke Abessina (Habasyah) bersama suaminya, tetapi suaminya terpengaruh di sana, lalu murtad dan meninggal dunia sebagai penganut Kristen. Rasulullah SAW segera mengirim Amru bin Umaiah Dhumari untuk melamarnya buat Rasulullah. Najasyi, penguasa Abessina menikahkannya kepada Rasulullah dengan mahar sebesar 400 dinar.

Ummu Salamah (wafat 57 H/676 M)
Nama lengkapnya adalah Hindun binti Umaiah, termasuk sahabat wanita yang masuk Islam pada periode pertama. Dia termasuk yang ikut hijrah dua kali (Abessina dan Madinah). Suaminya mati syahid dalam perang Badar, lalu Rasulullah menikahinya. Beliau termasuk wanita yang jenius, berakhlak mulia dan pandai tulis-baca. Dia dikaruniai usia yang panjang, dia wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi.

Zainab binti Jahsy (wafat 20 H)
Nama aslinya adalah Burrah, sepupu Rasulullah. Semula dia menikah dengan Zaid bin Haritsah, setelah dicerai, dia dinikahi Rasulullah dan diberi nama Zainab dan dijuluki dengan Ummul Hakam. Dia sangat warak dan kuat beragama serta banyak bersedekah. Beliau juga seorang yang cekatan dan terampil, suka bekerja sendiri, menyantuni orang-orang miskin dan selalu memberi derma buat keluarga dan anak yatim.

Putra Nabi

Abdullah bin Muhammad
Putra beliau dari Khadijah, meninggal ketika masih kecil.

Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H)
Putra Nabi dari Mariah Qibtiah. Dia hanya hidup selama 18 bulan. Nabi menyaksikan ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir sambil meneteskan air mata, beliau berkata “mata boleh meneteskan air, hati boleh bersedih, tapi kita tidak boleh mengucapkan kalimat yang tidak diridai Allah”.

Qasim bin Muhammad
Putra beliau dari Khadijah yang meninggal ketika masih kecil.

Putri Nabi

Fatimah binti Muhammad (wafat 11 H)
Putri bungsu Rasulullah SAW dari Khadijah yang paling disayangi oleh Rasulullah SAW. Dia tergolong wanita Quraisy yang genius dan pintar bicara. Dia menikah dengan Ali bin Abu Thalib. Dari perkawinan ini lahirlah Hasan, Husain, Ummi Kultsum dan Zainab. Dia meninggal 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah. Dan dari Fatimah Az-Zahro’ ini lahirlah dzuriyah Rasul sampai sekarang, yang di masyarakat lazim dijuluki Sayid, Habib ataupun Syarief.

Ruqaiah binti Muhammad (wafat 2 H)
Putri Rasulullah SAW. dari Khadijah yang dipersunting oleh Utbah bin Abu Lahab sewaktu Jahiliah. Setelah munculnya Islam dan turunnya ayat yang berarti “Celakalah kedua tangan Abu Lahab dan dia juga akan celaka” (S. Al-Masad ayat 1)dia langsung dicerai oleh suaminya atas perintah Abu Lahab. Dia memeluk Islam bersama ibunya. Kemudian dia dinikahi oleh Usman bin Affan dan ikut bersama suaminya hijrah ke Abessina (habasyah ), kemudian mereka kembali dan menetap di Madinah seterusnya meninggal di kota itu pula.

Ummi Kultsum binti Muhammad (wafat 9 H/639 M)
Putri Rasulullah dari Khadijah yang dipersunting oleh Utaibah bin Abu Lahab pada masa Jahiliah. Setelah turunnya ayat yang artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia juga akan binasa.” (S. Al-Masad ayat 1) ia dicerai oleh Utaibah atas perintah Abu Lahab. Sepeninggal kakaknya, Ruqaiyah, istri pertama Usman dia dinikahi oleh Usman bin Affan. Dia ikut berhijrah ke Madinah.

Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.)
Putri sulung Rasulullah yang dipersunting oleh Abul Ash bin Rabi’. Dia memeluk agama Islam dan ikut hijrah ke Madinah, sementara suaminya bertahan dalam agamanya di Mekah sampai dia tertawan dalam perang Badar. Di saat itu, Rasulullah meminta kepadanya untuk menceraikan Zainab, lalu diceraikannya. Setelah dia masuk Islam, Rasulullah SAW. mengawinkan mereka kembali.

Cucu Nabi

Abdullah bin Usman bin Affan
Putra Sayidah Ruqaiah binti Rasulullah SAW.
Ali bin Abul Ash
Putra Sayidah Zainab, putri sulung Rasulullah. Dia meninggal setelah menginjak dewasa.
Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.)
Dia adalah putra sulung Ali bin Abu Talib dengan Fatimah Postur dan paras mukanya mirip dengan Rasulullah SAW. Dia diangkat sebagai khalifah sepeninggal ayahnya. Dia lebih mengutamakan tidak berperang, menghindari pertumpahan darah sesama muslim, untuk itu dia menyerahkan kursi ke khalifahan kepada Muawiah sampai dia meninggal dunia di Madinah. Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
Putra kedua dari perkawinan Ali bin Abu Talib dengan Fatimah. Dia tidak mau membaiat Yazid, sehingga dia terbunuh dalam perang Karbala tanggal 10 Muharam 61 H/680 M.
Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat 75 H)
Dia adalah putri Ali bin Abu Thalib dengan Fatimah binti Rasulullah. Dia menikah dengan Umar bin Khatab dan mempunyai anak Zaid dan Ruqaiah.

Paman Nabi
Abbas bin Abdul Mutalib (wafat 32 H/652 M)
Dia adalah Abul Fadel, paman Rasulullah, termasuk pembesar Quraisy pada masa Jahiliah dan masa Islam. Dia memeluk Islam sebelum hijrah secara diam-diam dan tetap berdomisili di Mekah guna dapat mengirimkan berita tentang kaum musyrikin kepada Rasulullah. Dia sempat mengikuti perang Hunain bersama Rasulullah dan termasuk pertahanan yang paling kuat. Beliau meninggal di Madinah.
Abu Thalib bin Abdul Muthalib (wafat 3 SH)
Abdul Manaf bin Abdul Mutalib bin Hasyim. Ayah dari Ali r.a. dan paman Nabi sekaligus pemelihara, pendidik dan yang banyak membantunya. Dia adalah pahlawan Bani Hasyim terkemuka dan pemimpin mereka. Nabi mengajaknya masuk Islam tapi dia menolak.Penolakan ini memunculkan spekulasi keislamannya, ada yang menyatakan ia menolak masuk Islam karena takut kalau bangsa Arab akan menghinanya sebab meninggalkan agama nenek moyang mereka, namun ada pula yang berpendapat bahwa ia mati dalam keadaan iman dan islam akan tetapi keimananya ia sembunyikan, agar perjuangan Nabi tidak terganggu karenannya, ketika ia wafat pada tahun yang sama dengan wafatnya Hadijah ,tahun itu dikatakan sebagai tahun kesedihan (amul huzni) bagi Nabi.
Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)
Paman Rasulullah dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam tahun ke-2 kenabian, ikut hijrah bersama Rasulullah dan ikut dalam perang Badar, seterusnya mati syahid pada perang Uhud. Rasulullah menjulukinya dengan “Asadullah” [Singa Allah], dan menjulukinya dengan “Sayidus-Syuhada`”. Makamnya hingga saat ini menjadi salah satu tujuan ziarah di dekat kota Madinah al Munawaroh.

[ Atas ] [ Kembali ]

Silakan mengutip dengan mencantumkan nama almihrab.com

1 Response so far »

  1. 1

    ipnuri fatah said,

    ass. wr.wb,
    mohon dijelaskan tentang hukum “acara tahlilan” berikut dalil-dalil, terima kasih. wassalam


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: