Al-Fatihah

Assalamu’alaikum wr wb

Majlis an-Nur, ahad pagi…
Jl. Pethek 55, Semarang…

Saya masuk ruangan tempat majlis bersamaan dengan dimulainya ta’lim oleh bib Ghozi Ahmad Musthofa Shihab, sedang bib Hasan Abdurrohman Zein al-Jufri berhalangan hadir.

Beliau menjelaskan tentang samudra al-Fatehah. Al-Fatehah obat sangat mujarab untuk penyakit dhohir dan bathin, barang siapa merenung tentang samudera al-Fatehah maka dia akan mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

Al-Fatehah membicarakan 3 prinsip yang sangat besar :
1. Asal penciptaan manusia, alam
2. Kehidupan manusia dan makhluq lainnya
3. Kembalinya segala makhluq pada Allah Swt

Maka ketika seseorang mengatakan : Alhamdulillah, ini berarti dia menyatakan keTuhanan Allah Swt Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana yang memang berhak mendapatkan pujian itu semata-mata.

Kenapa? Karena Allah Robbal alamin, yang telah menciptakan kita dari tiada menjadi ada, kemudian memfasilitasi segala kehidupan kita hingga jadi lebih mudah, kemudian kita diasah diasuh dipelihara dan diperbaiki oleh Allah Swt.

Maka ketika seorang hamba melanjutkan ucapannya : Arrohmanirrohim, maka Tuhan yang kita kenal, kita ketahui, kita mintai pertolongan adalah penuh dengan limpahan kasih sayang. Jangankan kepada mereka yang beriman, kepada makhluq lainnya Allah limpahkan kasih sayang-Nya dengan memenuhi segala hajat kebutuhan mereka.

Inilah kita meski kenal Tuhan kita, yang penuh memberikan nikmat setiap detik yang kita mohonkan, tiada membeda-bedakan.

Ketika dilanjutkan dengan : Malikiyawmiddin, ini menunjukkan lagi pada kita bahwa Tuhan Yang Maha Kasih Sayang, penuh Rohmat, memiliki kekuasaan yang penuh di hari kiamat nanti. Kita yang beriman jangan berputus-asa atas rohmat Allah, terhadap apa yang tidak bisa kita raih di dunia ini. Bahwa kita pasti dengan janji Allah akan mendapatkan apa yang kita minta di hari akhir nanti. Bukan hanya di dunia, dilimpahkan juga di akhirat kelak karena tiada penguasa kecuali Allah Swt.

Maka di dalam menghadapi kerisauan, kegalauan, menghadapi kegoncangan ekonomi dsb kita jangan putus asa sebab itu dosa besar di sisi Allah Swt, dengan berputus asa berarti kita tidak menyakini Allah Swt. Sebagai orang beriman diajarkan untuk terus optimis, maka kita dibimbing oleh Allah terus menerus kita mengucapkan : Iyakana’ budu waiya kanasta’in, bahwa kita ada yang kita sembah, ada yang mohonkan, ada yang kita harapkan, ada tempat kita bersandar, ada tempat mohon pertolongan, ini sebaik-baiknya tempat sandaran, dan yang kita pinta ini tidak pernah menyia-nyiakan kita yang meminta karena Allah Maha Kaya dan Maha Dermawan. Beda dengan makhluq Allah, yang kaya belum tentu dermawan, yang dermawan belum tentu kaya. Bahkan kalau kita minta pada makhluq Allah kita mendapatkan kehinaan, tapi beda dengan Allah Swt kita meminta malah dikasih dan dimuliakan oleh Allah Swt.

Setelah kita dibimbing kepada siapa kita bermohon, kepada siapa kita beribadah, maka kita dibimbing lagi dengan firman Allah : Ihdinashshirotol mustaqim, shirothol ladzi an’amta alaihim, ghoiril maghdzubi alaihim waladhdholin, agar kita di dunia ini selain tidak berputus asa dan selalu optimis juga kita hati-hati tetap terus berjalan di garis-Nya Allah Swt, di jalan-Nya Allah Swt, karena kalau kita sudah melenceng dari jalan-Nya Allah maka kita dapat murka, rugi kita, rugi dunia rugi akhirat! Na’udzubillah mindzalik…umpama tidak melenceng terlalu jauh, tapi tersesat juga kita merugi.

Kita difasilitasi oleh Allah Swt dengan banyak sekali fasilitas dalam kemudahan, kita dilengkapi dengan segala macam fasilitas dalam diri kita, yaitu akal yang tidak diberikan pada makhluq lainnya (binatang ada otak tapi tidak ada akal), lalu syari’at, tapi meski begitu banyak manusia yang tidak taat pada Allah Swt, masih banyak yang membangkang.

Di dalam diri kita ada nafsu, as-syahwah, al-ghodzob, kemudian yang lebih tinggi yang dikandung bathin yaitu al-Qolbu. Dengan perangkat-perangkat ini semestinya manusia bisa menggapai derajat yang tinggi, tapi karena ada musuh laten dalam diri kita yaitu Iblis dan tentara-tentaranya, ini selalu membuat kita was-was. Allah Swt berfirman bahwa jadikan Iblis dan Syaithon ini musuh yang nyata.

Ada tiga pintu masuknya Syaithon :

1. As-Syahwah
Bencana dari sifat kebinatangan seperti babi, hasrat yang menggebu, kecenderungan hati yang berlebihan. Siapa yang mengikuti as-syahwah akan menjadi dzolim pada dirinya sendiri. As-syahwah akan menimbulkan kerakusan dan ke-bakhil-an. Seseorang yang rakus akan cenderung bakhil, jauh dari sifat dermawan, jauh dari sifat pemurah hati, jangankan memberi harta benda, senyum saja dia bakhil karena dia rakus.

2. Al-Ghodzob
Lebih dahsyat bencananya dari as-syahwah, biasa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan ambisi atau emosi, mewakili sifat binatang buas. Siapa yang mengikuti as-syahwah dan dibarengi dengan al-ghodzob maka dia akan mendzolimi orang lain karena ambisi, emosi. Al-Ghodzob akan melahirkan keangkuhan dalam diri kita, kagum pada diri kita. Kalau seseorang sudah kagum, angkuh ini berbahaya karena akan timbul kibr (sombong), ini karena ambisi yang menggebu.

3. Al-Hawa
Paling dahsyat bencananya diantara keduanya, ini bawaan dari Syaithon yang terkutuk, biasa diterjemahkan dengan hawa nafsu. Kecenderungan terhadap hawa nafsu akan membuat manusia ingkar kepada Tuhan. Al-Hawa akan melahirkan kekafiran, akan mengingkari segala kenikmatan dari Allah Swt, mengingkari apa saja yang datang dari Rosulullah Saw. Setelah mengingkari maka dia akan membuat sesuatu yang beda, yaitu hal-hal di luar agama, sesat yang tidak direstui Islam!

Itu penyakit yang mesti dihindari, dijauhi, jaga benteng kita jangan sampai tembus, jangan sampai kemasukan Syaithon. Karena kalau Syaithon sampai masuk maka habis kita!

Rosulullah Saw bersabda bahwa aniaya (ke-dzolim-an) itu ada 3 macam, yaitu :

1. Dzolim yang tidak terampunkan oleh Allah Swt
Syirik kepada Allah Swt, menyekutukan Allah Swt, menyembah batu, matahari, air, menyembah sesuatu yang lebih dahsyat menurut dia, ini tidak diampunkan oleh Allah Swt, kalau dosa selain itu dibukakan pintu ampunan oleh Allah Swt asal kita mau memohon ampun dan kembali pada Allah dengan taubatan nasuha (selama hamba-Nya belum menghembuskan nafas terakhirnya). Dzolim jenis ini ditimbulkan oleh al-Hawa (hawa nafsu).

2. Dzolim yang tidak bisa ditinggalkan
Dzolim ini tidak dihilangkan kecuali kita sendiri yang menghilangkannya, yaitu kedzoliman yang kita lakukan antara kita dengan manusia lainnya, misal memaki, fitnah, ghibah, adu domba, mengambil harta mereka. Ini menyangkut muru’ah. Minta ridho mereka dulu baru Allah Swt mengampuni. Dzolim jenis ini disebabkan oleh al-ghodzob (ambisi dan emosi).

3. Dzolim yang semoga Allah Swt menjauhikan keaniayaan tersebut
Yaitu kedzoliman yang kita lakukan terhadap diri kita sendiri, banyak kita mendzolimi diri kita sendiri karena kebodohan kita, yang dipicu as-syahwah, al-ghodzob, al-hawa, di sini qolbu jadi budak. Kalau manusia melakukan ini maka manusia akan jauh dari Tuhan dan Nabi Saw. Dzolim jenis ini disebabkan oleh as-syahwah (kecenderungan hati yang berlebihan).

Dan, kalau sudah terkumpul 6 sifat yang hina dina ini, maka tinggal satu lagi tugas Syaithon yang mana kalau sifat satu itu masuk ke diri manusia maka hancurlah manusia. Dhohirnya boleh terlihat hebat, tapi ketahuilah bathiniahnya itu hancur. Itu baru di dunia, gimana di akhirat kelak? Dia akan mendapatkan penyesalan yang sangat. Sifat terakhir dari Syaithon itu al-Hasad (dengki). Kalau 7 sifat ini masuk ke diri kita, maka habislah kita! Na’udzubillah mindzalik.

Maka kita diingatkan oleh Allah Swt, al-Qur’anul Karim dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillahirrobbil alamin Arrohmanirrohim Malikiyawmiddin Iyakana’ budu waiya kanasta’in Ihdinashshirotol mustaqim, shirothol ladzi an’amta alaihim, ghoiril maghdzubi alaihim waladhdholin dst, ini semua rohmat, Islam agama kasih sayang, Islam agama rohmat bagi seluruh alam semesta, bukan hanya manusia saja tapi semua mandapat kasih sayang dari Allah dengan kehadiran al-Islam, maka dimulai kitab al-Qur’an dengan bismillahirrohmanirrohim, kita memulai semua pekerjaan kita dengan bismillahirrohmanirrohim karena Allah, pangkalannya Allah hingga dapat restu dan berkah dari Allah Swt.

Rosulullah Muhammad Saw bersabda bahwa anda tidak akan mendapatkan sayang kalau anda tidak memberikan kasih sayang, maka ketika anda berkasih sayang kepada penduduk bumi maka dengan otomatis seluruh penduduk langit akan menyayangi anda. Inilah agama kasih sayang, agama rohmat.

Tidak ada penangkal yang jitu dari ke-7 penyakit hati tadi (as-syahwah, al-ghodzob, al-hawa, al-hasad, al-waswasah dst) maka saking sayangnya Allah pada kita, dimulai ayat al-Qur’an dengan rohmat kasih sayang, kita juga diingatkan oleh Allah, begitu kita terakhir meng-khatam-kan al-Qur’an, hati-hati ada makhluq musuh kalian yang nyata yang semestinya kalian hindari dan jauhi serta hati-hati, sebagai berikut :

1. Allah Swt mengingatkan dalam surat al-Falaq : Min hasidin idza hasad.
Karena yang paling berbahaya adalah benci tadi (hasad), kalau sudah mendengki maka hancur anda itu.

Diceritakan baginda Nabi Saw, bahwa Iblis yang terkutuk mengetuk pintu Fir’aun. Fir’aun berkata, “Siapa itu?”

Iblis berkata, “Wahai Fir’aun, kalau Anda memang betul Tuhan, maka Anda tahu siapa yang mengetuk pintu Anda!”

Ternyata Fir’aun tidak tahu karena memang Fir’aun bukan Tuhan, boro-boro Tuhan, jadi mulia saja dia tidak, itu Fir’aun…hanya saja dia mendapatkan kekuasaan, kerajaan, nikmat dari Allah tapi dia ingkari. Maka Iblis langsung menerobos tamannya Fir’aun dan bertanya, “Wahai Fir’aun, siapa diantara makhluq Allah yang paling jahat di dunia ini selain kita berdua?”

“Sesungguhnya makhluq yang paling jahat selain kita yaitu al-hasid (pendengki).”, jawab Fir’aun.

“Betul!” kata Iblis, “Karena dengkilah maka aku terkutuk!”

Karena dengki kepada Nabi Adam As dan sayyidah Hawa, Iblis terkutuk sampai akhir yaumil kiamat, na’udzubillah mindzalik. Maka kita terus diingatkan Allah agar terus membaca surat al-Falaq tadi, kita berlindung karena hanya Allah yang bisa membentengi kita dari makhluq yang jahat ini, dan dari orang-orang yang dengki karena dengki timbul di hati dan karena Allah yang menguasai hati maka bermohonlah kepada Allah agar kita dilindungi Allah Swt dari orang-orang yang hasid dan Syaithon yang terkutuk.

2. Allah Swt mengingatkan dalam surat an-Nas : Yuwaswisufisudurinnas.
Bahwa Syaithon itu punya senjata yang paling ampuh adalah yuwaswis (was-was), bikin was-was, ragu-ragu, buruk sangka dsb di qolbu kita maka perbanyak membaca surat-surat tadi mulai dari al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.

Inilah obat yang sangat ampuh dan mujarab yang bisa menghilangkan segala penyakit hati tadi, dimulai dari surat al-Fatihah : obat yang sangat mujarab untuk penyakit dhohir dan bathin, samudera yang sangat luas, niatkan ikhlas karena Allah maka kita akan mendapatkan apa yang kita hajatkan dari Allah Swt.

Bib Ghozi Shihab mengakhiri ta’lim dengan berdo’a,
“Semoga yang kita kaji pagi ini diridhoi Allah Swt, menambah ketaatan pada Allah Swt, cinta kita pada Rosulullah Saw, diampunkan dosa-dosa kita oleh Allah Swt, dijauhkan dari segala macam petaka, dari segala macam penyakit, diberikan kesabaran dan kekuatan iman dengan rohmat-Nya Allah Swt.”

“Aaaamiiiiiiinnnnnnn…….”

Setelah bib Ghozi Shihab, kemudian bib Shodiq Abubakar Baharun melanjutkan menyampaikan tentang masalah fiqh. (*)

Subhaanaka-llaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika…

Wallahu a’lam bishshowab
Wassalamu’alaikum wr wb
http://majlismajlas.blogspot.com

(*) : Uraian yang disampaikan bib Shodiq Abubakar Baharun insya Allah akan saya sampaikan terpisah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: