Kebaikan

Assalamu’alaikum wr wb

Sayyidy al-Habib Umar al-Muthohar belum lama di sebuah majlis kheir
beliau menyampaikan bahwa kejadian-kejadian yang akhir-akhir terjadi
(hutan gundul, banjir, air rob dsb) akibat manusia yang dzolim (dijelaskan
bahwa dzolim itu menempatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya).
Semua itu ada aturannya, kalau aturan-aturan itu tidak diterapkan pada
tempatnya maka kita telah berbuat dzolim dan mengakibatkan timbulnya
“kiamat” di sekitarnya. Disampaikan bahwa Rosul Saw melarang buang
air kecil di air sedikit yang menggenang, bisa menimbulkan “kiamat” bagi
orang yang lewat (sebab bau yang ditimbulkannya). Penebangan hutan
yang sembarangan juga mengakibatkan “kiamat” bagi banyak orang, air
hujan yang seharusnya sebagian diserap tanam-tanaman jadi melimpah
ke sungai hingga bisa timbul banjir besar, tanah longsor dsb. Air laut sudah
sunnatulloh ada pasang, kalau dulu air pasang mengalir ke tambak-tambak
maka sekarang tambak-tambak sudah hilang berganti dengan perumahan
dan bangunan, air laut (disebut air rob) yang pasang mengalir memenuhi
rumah-rumah kita. Kesalahan manusialah yang mengakibatkan banjir,
tanah longsor, hutan gundul, air rob dsb itu, manusia tidak menempatkan
pada tempatnya. Coba kalau hutan tidak digunduli saja, tapi dibarengi
juga dengan reboisasi, maka insya Alloh tanah tidak longsor, air diserap
tanaman, kemungkinan banjir bisa dikurangi. Begitu juga yang lainnya…
tempatkanlah sesuatu itu pada tempatnya, aturannya, kalau tidak maka
akan ada banyak orang kena akibatnya.

Bala’ itu merata, maka demikian juga dengan hidayah juga merata, kurang
lebih seperti itu Sayyidy al-Habib Shodiq Baharun berkata. Hadir di majlis-
majlis ilmu, majlis-majlis kheir, kalau diniatkan bahwa seandainya sebab
hadir di majlis itu Alloh Swt memberikan hidayah-Nya maka mohon agar
hidayah itu dilimpahkan juga untuk kaum muslim muslimat lainnya. Hidayah
Alloh itu merata.

Demikian juga panjenenganipun Abah Baidlowi menjelaskan di majlis Ahad
pagi bahwa amal yang diketahui orang banyak itu baik, tapi amal-amal yang
dirahasiakan insya Alloh juga baik. Beliau menyampaikan agar kita semua
memperbanyak amal-amal yang dirahasiakan.

(Saat kiamat, bumi gempa dengan sehebat-hebatnya)
“Maka barang siapa berbuat KEBAIKAN sekalipun seberat zarroh
NISCAYA ia akan melihat (balasannya).”
(Q.S. Al-Zalzalah : 7)

Subhaanaka-lloohumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta,
Astaghfiruka wa atuubu ilaika…

Wallohu a’lam bishshowab
Wassalamu’alaikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: