Umat Islam Indonesia Belum Bersatu

Kritik Ulama Makkah-Madinah

MAKKAH- Sejumlah ulama di Makkah dan Madinah mengkritik umat Islam Indonesia yang sampai hari ini belum bersatu. ”Mereka masih bercerai-berai, asyik dengan kelompoknya sendiri-sendiri, terjebak dalam kepentingan politik. Dan yang lebih menyedihkan mereka tidak sadar sedang dipecah-pe-cah oleh kekuatan lain,” kata Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Jaelani, kemarin. Kritikan yang sama juga disampaikan Syeh Muhammad bin Ismail AlYamani.

Ia mengatakan hal itu ketika menerima delegasi sembilan ulama Jawa Tengah di rumahnya, Distrik Subhani, sekitar 8 km arah barat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Wartawan Suara Merdeka Agus Fathuddin Yusuf dari Makkah, semalam melaporkan Habib Umar Jaelani adalah salah satu keturunan Syeh Abdul Qadir Jaelani yang manakibnya (riwayat hidup-Red) sangat terkenal di Indonesia.

Sedang pertemuan Syeh Muhammad dengan para ulama dari Jateng bertempat di rumahnya, Kawasan Rusyai-fah, Makkah. Ketika ditanya dari mana mendapatkan informasi tentang umat Islam dan ulama Indonesia, Habib Umar menjelaskan, ia mengikuti perkembangan melalui jaringan internet dan media massa serta santri-santri Indonesia yang menuntut ilmu di Makkah.

Ia minta supaya organisasi massa (Ormas) Islam memberikan perhatian lebih kepada upaya pengembangan ekonomi umat. Sebab menurutnya, kelemahan ekonomi umat akan berdampak pada kerawanan akidah.

Sedangkan kepada para kiai dan ulama, diharapkan berkonsentrasi mengajak ke arah ummatan wasathan (umat yang moderat), persatuan dan kesatuan umat Islam (ukhuwah Islamiyah).

”Sudah bukan zamannya lagi menonjolkan kelompoknya sendiri-sendiri dan asyik bercerai berai hanya gara-gara berbeda latar belakang kepentingan politik,” katanya.

Hadiah Kitab

Pada kesempatan itu Habib Umar memberikan hadiah kepada para kiai yang hadir masing-masing berupa Kitab Tafsir Al-Jalalain edisi terbaru, Kitab Tafsir, Hadist, Fiqh, Ushuluddin, Tasawuf dan Ku-tubuddakwah.

Satu persatu kiai langsung tabarrukan membaca kitab-kitab kuning, misalnya KH Habib Ahmad bin Thoha AlMunawar membaca Kitab Sya-mail , KH Masruri Mughni membaca Tafsir, KH Ihya Ulumiddin membaca Kitab Hadaiqul Anwar dalam Sirah Rasul, dan KH Kharis Shodaqoh membaca Kitab Tasawuf.

Sementara itu Syeh Muhammad bin Ismail AlYamani menyayangkan munculnya dai-dai dan mubalig muda yang tidak mendalami keilmuan agamanya.

”Mereka hanya tahu dalil ayat Quran dan Hadist sepotong-sepotong kemudian bicara di mimbar. Mereka hanya bermodal retorika semata. Akibatnya umat tidak mendapatkan informasi agama yang dibutuhkan,” katanya.

Ia mengharapkan kiai-kiai dan ulama Indonesia memberikan perhatian kepada dai-dai muda agar betul-betul menjadi alim sekaligus menjadi mubalig yang menguasai persoalan yang dihadapi umat selanjutnya membantu mencarikan solusi.

Syeh Muhammad mengenal betul sejumlah pesantren di Jawa Tengah karena pernah melakukan silaturahim beberapa waktu lalu. ”Kami kenal betul Kiai Sahal Mahfudh, Rois Aam PBNU,” katanya dalam Bahasa Arab.

Para ulama Jateng juga ber-silaturahim dengan Sayid Ashim Abbas bin Alawi AlMa-liki. Pertemuan berlangsung di rumah Sayid Abbas Syarik Sittin, Makkah. Sayid Ashim adalah putra Sayid Abbas yang saat ini tengah melakukan lawatan di sejumlah pondok pe-santren di Jateng, Jatim dan Sumatera.

Semalam, para ulama juga bertemu Sayid Ahmad bin Muhammad bin Alawi AlMaliki AlHasani. Pertemuan berlangsung di rumahnya Kawasan Rusyaifah Makkah.

Para ulama Jateng dipimpin Dr KH Habib Abdurrahman Smith MA dan Rois Syuriyah PWNU KH Masruri Mughni, hari ini dijadwalkan bertolak menuju Hadramaut, Yaman.

Di Negara itu, mereka akan bersilaturahim dengan para ulama termasuk Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, pengasuh pesantren Daarul Mustofa Tarim, Yaman. (60)

Rabu, 09 Mei 2007 Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: