Telah Tiba Saatnya Bersatu

TELAH TIBA SAATNYA BERSATU DALAM KALIMAT

LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH

Dalam liputan Pemuda Nabawiy pada acara bulan-bulan yang lalu ketika Habib Umar bin Hafidz, dari Tarim Hadramaut, berkunjung ke Jakarta. Dalam salah satu ceramahnya, baru dapat kami terjemahkan secara ringkas. Karena isi ceramahnya berkenaan dengan permasalahan yang banyak terjadi pada akhir-akhir ini, tentang kerusakan-kerusakan moral di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Salah satu contoh, eksploitasi besar­besaran terhadap kaum Hawa diberbagai media dan juga berbagai tayangan iklan lainnya, demi mengeruk keuntungan tanpa melihat efek yang akan terjadi bagi generasi bangsa.

Bukankah seharusnya hal tersebut tidak terjadi di negara kita, yang mayoritas ummat Islam dan berbudaya Timur. Demi menjaga kesetabilan dan ketenteraman masyarakat Indonesia, khususnya ummat Islam serta membantu pemerintah dalam menjalankan roda p e m e r i n t a h a n n y a dan mengembalikan kembali moral bangsa Indosesia yang berbudaya Timur. Insya Allah, terjemahan ringkas ini adalah salah satu jawaban serta jalan keluar dan dapat menjadi masukan bagi para pembaca Pemuda Nabawiy.

Habib Umar, mengingatkan kepada kita, bahwa sesungguhnya diantara kesempurnaan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, selain dari nikmat Islam dan Iman, ialah Allah SWT memberikan kepada bangsa ini (Indonesia) dan kita sekalian Pertolongan-Nya, memberikan kemenangan bagi kaum Muslimin didalam menegakkan da’wah Nabi Muhammad s.a.w. serta mengamalkan apa-apa yang telah dianjurkan dan diperintahkan Rasulullah s.a.w..

Dari harapan yang mulia dan niat yang tulus telah tercermin didalam isi ceramahnya, kepada kaum Muslimin seluruhnya, dengan memberi peringatan dan kabar gembira, sebagai rantai penyampaian yang telah di sampaikan oleh Rasulullah s.a.w..

Wahai hamba-hamba Allah, wahai kaum Muslimin, apabila telah datang kepada kalian kemuliaan dari Allah SWT, maka hendaknya kalian memahami, hendaknya kalian mengerti, bahwasanya kalian merupakan bagian dari pada ummat­nya Nabi Muhammad s.a.w., dan kewajiban kalian untuk membela ummat-nya Nabi Muhammad s.a.w., karena kalian adalah bagian daripada ummat Rasulullahs.a.w..

Dan ketahuilah bahwasanya musuh-musuh Islam, telah berusaha menipu daya kita, berusaha menipu daya kaum Muslimin, menyesatkan kaum Muslimin, dengan ide-ide mereka, dengan adat-istiadat mereka, dengan cara berpikir mereka, dengan acara-acara mereka yang dibawa kepadakita,merekaadalahjelas-jelas musuh Islam, yang berupaya untuk menyesatkan kaum Muslimin dan memecah belah ummat.

Oleh karena itu, kita hendaknya selalu menjaga akidah kita, hendaknya kita betul-betul membela ummat, membela ajaran Islam dengan yang sebenar-benarnya. Dan sifat pembelaan kita itu dengan kembali bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, dengan niat-niat yang baik yang kita hadapkan kepada Allah SWT, serta memiliki tekat yang kuat agar kita kembali berusaha mendirikan dan menjaga ajaran Islam, lalu menghidupkan kembali sunah­ sunah Nabi Muhammad s.a.w., didalam rumah kita, keluarga kita dan kerabat kita serta lingkungan kita.

Jika saja kita mau melihat, bahwa mereka para wali yang sembilan (wali Songo-red), dengan jumlah mereka yang sangat sedikit, akan tetapi karena niat dan tekad mereka yang besar serta ikhlas terhadap Allah SWT, sehingga masuk Islam lah ditangan mereka, banyak dari rakyat Indonesia, ribuan, jutaan, bahkan ratusan juta telah memeluk agama Islam, semua ini berkat keikhlasan serta niat mereka yang baik dan tulus.

Apabila kita mau merenung, bahwa apa-apa yang tejadi dari tahun­tahun yang lalu hingga sekarang ini, maka berapa banyak keajaiban­keajaiban yang muncul dari Allah SWT dimuka bumi ini, yang mana kejadian tersebut semuanya mengingatkan kita kepada Allah Azza Wa Jalla, baik mereka yang naik maupun yang turun, yang di timpah musibah maupun yang m e n d a p a t nikmat, baik yang berdiri maupun yang tidak berdiri. Karena itu ketahuilah, bahwa dalam waktu yang singkat telah t e r j a d i perubahan yang amat hebat, dan hendaknya kita kembali kepada Allah SWT, kembali mengikuti Nabi Muhammad s.a.w.. Ketahuilah pada saat-saat sekarang ini kita mendengar, melihat dan menyaksikan bahwasanya kaum Muslimin, sudah berapa banyak diantara mereka yang ditimpah bala’, berapa banyak diantar mereka yang di dzolimi, berapa banyak diantara mereka yang ditimpa kesulitan, berapa banyak diantara mereka yang ditimpa musibah oleh Allah SWT, yang mana bala dan musibah tersebut semuanya di karenakan kelalaian kita kepada Allah SWT, semuanya di karenakan kemaksiat kita, semuanya di karenakan kita selalu meremehkan syariat-nya Nabi Muhammad s.a.w., di karenakan kita selalu meremahkan sunah-sunah Nabi Muhammad s.a.w..

Marilah kita intropeksi dan berfikir, bagaimana keadaan diri kita terhadap sunah Nabi Muhammad s.a.w.?, bagaimana keadaan keluarga kita, kerabat kita, anak kita dari syariat Nabi Muhammad s.a.w.?. Kemaksiatan telah menyebar didalam rumah-rumah kaum Muslimin, akhlak yang buruk (bejad­ – red) menyebar diantara kaum Muslimin, keburukan-keburukan dan pelanggaran pelanggaran terhadap syariat Rasulullah s.a.w. menyebar ditengah kaum Muslimin. Telah tiba saatnya kaum Muslimin bersatu untuk kembali kepada Allah SWT, dalam kalimat LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH s.a.w., agar mereka kembali mengikuti jejak Nabi Muhammad s.a.w., agar mereka memperbanyak giamul lail (bangun malam) mencucurkan air mata, untuk ummat Nabi Muhammad s.a.w..

Dan ketahuilah bahwasanya seluruh urusan, seluruh perkara berada ditangan Allah Azza Wa Jalla. Allah SWT yang menurunkan bala’, Allah SWT pulalah yang mengangkat bala’, Allah SWT pulalah yang memberikan Pertolongan-Nya kepada kaum Muslimin, karena itu angkatlah tangan kita kepada Allah SWT, dan cucurkanlah air mata kita untuk ummatNabi Muhammad s.a.w.. Dari kesungguh-sungguhan kita mengikuti jejak Nabi Muhammad s.a.w.,maka akan mucul bendera Nabi Muhammad s.a.w. di permukaan bumi ini.

Oleh karena kita terlalu merehkan agama, maka dari itulah yang menyebabkan kita terjeblos di dalam bala’, di dalam musibah, di dalam bencana yang besar dari Allah Azza Wa Jalla, sebab kita melupakan hak­hak-Nya Allah SWT.

Untunglah diantara ummat Nabi Muhammad s.a.w., masih ada mereka para kaum yang menangis setiap malam untuk ummat Nabi Muhammad s.a.w., yang bangun dimalam hari berdo’a untuk ummat Nabi Muhammad s.a.w., dengan berkat merekalah Allah SWT mengangkat bala’ dari kaum Muslimin, dengan berkat merekalah Allah SWT mengembalikan dan menghidupkan kembali bagi kaum Muslimin akhlak-nya Nabi Muhammads.a.w..

Ketahuilah bahwa kita saat ini berada dalam ikatan Iman, yang terikat sebagai bagian dari ummat Nabi Muhammad s.a.w.. Apabila kita baik, maka semua ummat menjadi baik, dan apabila kita menyimpang maka yang lain pun akan tertimpa bala’, akibat dari penyimpangan kita dari syariat Rasulullah s.a.w., karena itu takutlah kepada Allah SWT, jagalah diri kita, dan juga jaga ummat NabiMuhammads.a.w..

Bagaimanakah cara kita menjaga ummat Nabi Muhammad s.a.w.?, yaitu dengan membimbing diri kita, menjaga diri kita dari jalan yang diridhoi Allah SWT dan tidak menyimpang dari jalan yang di ridhoi Allah SWT, bawalah niat yang baik didalam hati kita, janganlah kita setelah mengetahui hal ini, melainkan mempunyai niat yang baik, mempunya semangat yang baik dalam mentaati Allah Azza Wa Jalla, dan Allah SWT memerintahkan kita, untuk senantiasa takut kepada-Nya, yang dalam firman-Nya berbunyi,

“Takutlah kalian kepada Aku, apabila benar, kalian benar-benar beriman kepada Allah SWT.”

Barang siapa yang benar-benar takut kepada Allah Azza Wa Jalla, maka telah luntur dari hatinya sifat­ sifat takut terhadap makhluk-Nya, barang siapa yang telah luntur dari hatinya sifat takut kepada makhluk­-makhluk-Nya, dia tidak lagi takut kepada makhluk-makhluk Allah SWT maka Allah SWT jadikan semua makhluk tunduk dan berkhidmat kepada orang tersebut, berkhidmat kepada orang yang takut kepada Allah SWT.

Wahai Ikhwanul Muslimin, janganlah kita setelah mendengar ini, melainkan kita mencoba berusaha memperbaiki rumah tangga kita, janganlah kita biarkan didalam rumah kita, ada orang laki-laki maupun orang perempuan yang masih meremehkan sholat. Janganlah kita biarkan didalam rumah kita, ada orang laki-laki maupun orang perempuan yang meremehkan syariat Nabi Muhammad s.a.w.. Janganlah kita biarkan didalam rumah kita, ada orang yang mengundur-undur sholat dan meninggalkan Sholat. Janganlah kita biarkan didalam rumah kita, ada orang-orang yang tidak perduli dengan auratnya dan pakaiannya, sehingga dia menelantarkan syariat Nabi Muhammad s.a.w..

Bersihkan sifat dzi’atsa dari dalam rumah kita. Apa itu sifat dzi’atsa?, yaitu sifat tidak ada kecemburuan didalam – syariat Nabi Muhammad s.a.w., terhadap kaum wanitanya, karenaitudidalamHadits,Rasulullah s.a.w. bersabda, yang artinya, bahwa orang yang dayyuts tidak akan masuk surga. Siapa orang yang dayyuts?, yaitu mereka orang yang tidak perduli terhadap istrinya dan anak-anak wanitanya, bertemu atau berbicara dengan siapa?, tidak perduli istrinya dan anak perempuannya berjalan dengan siapa?, tidak perduli anak perempuannya berhubungan dengan siapa?.

Sadarilah hal tersebut! ! ! Rumah kita adalah rumah siapa?, rumah kita adalah rumah Islam, rumah yang membawa cahaya Nabi Muhammad s.a.w., rumah yang mempunyai hubungan dengan Rasulullah s.a.w.. Oleh karena itu, sadarlah! ! !, Bangkitlah! ! !, Dirikanlah! ! !, Jalankanlah kewajiban kita kepada Allah SWT, pada diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, janganlah kita remehkan sunah-sunah Nabi Muhammad s.a.w.!!!, syariat Nabi Muhammad s.a.w.!!!, Jangan biarkan mereka menelantarkan sunah dan syariat Rasulullah s.a.w.. Di dalam hadits ada tiga jenis manusia yang tidak masuk kedalam syurga dan tidak mendapat pandangan rahmat dari Allah SWT, yang mana ketiga tiganya akan mendapat azab yang pedih dari Allah SWT, siapa ketiga orang tersebut?

Yang pertama adalah orang yang suka minum­ minuman keras maupun obat-obat terlarang, yang tidak bertaubat kepada Allah SWT, yang kedua adalah kaum wanita yang berpakaian seperti laki-laki, bertingkah-laku atau bersikap seperti laki-laki, dan yang ketiga adalah ad dayyust, yaitu orang yang tidak memikirkan keadaan kaum wanitanya yang berada dalam tanggungannya, tidak perduli kaum wanitanya mau keluar, mau masuk dengan pakai jilbab atau tanpa jilbab dia tidak perduli, maka ketiga orang ini tidak akan masuk surga-Nya Allah SWT. Sifat-sifat seperti ini, telah menyebar di dalam rumah-rumah kaum Muslimin, karena itu bertaubatlah kepada Allah SWT!!!, persipkan diri kita! ! !, persiapkan diri kita untuk bertemu Nabi Muhammad s.a.w.! ! !, bersihkan mata kita! ! !, bersihkan anggota tubuh kita! ! !, bersihkan hati kita! ! !, bersihkan rumah kita dari pada kemungkaran­kemungkaran, ataupun dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Rasulullah s.a.w.. Marilah kita kuatkan niat kita dan kita berjanji kepada Allah SWT. Berjanjilah kepada Rasulullah s.a.w., agar terangkat niat yang baik, untuk memperbaiki keadaan rumah tangga kita, untuk memperbaiki ummat Nabi Muhammad s.a.w..

Diantara ummat Nabi Muhammad s.a.w. sekarang ini, berapa banyak dari ummat itu yang di bunuh, di dzalimi, di aniaya, dan mereka yang terkena musibah. Karena itu kita kembali kepada Allah SWT, jangan gara-gara dosa kita, Allah SWT mengazab orang-orang yang berada di belahan bumi yang lain, gara-gara dosa yang kita perbuat ini, kita bertanggung jawab di hadapan Allah SWT.

Dan Habib Umar Bin Hafidz menekankan, bahwasanya mereka yang mendapatkan keberkahan dari suatu majlis, adalah mereka yang keluar dari majlis tersebut, di dalam hatinya terdapat kebenciaan terhadap kemaksiatan, kebenciaan terhadap kemungkaran, kebencian terhadap pelanggaran-pelanggaran syariat, maka orang yang keluar dari majlis akan membawa keberkah dari Allah SWT, karena itu, bencilah kemaksiatan, bencilah kemungkaran, mudah-mudahan Allah- SWT melimpahkan limpahan Rahmat-Nya, Pengampunan-Nya kepada kita sekalian dan kita di jadikan orang­orang yang beruntung, dan dikumpulkan kita di hari kiamat bersama Rasulullah s.a.w., kita di jadikan orang yang sungguh-sungguh mencintai Rasulullah s.a.w., mengikuti jejak-jejak Rasulullah s.a.w. dengan sebenar-benarnya, dan mudah-mudahan Allah SWT, tidak menjadikan di antara amalan-amalan kita, hal-hal yang apabila sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w., akan menyakiti hati Nabi Muhammad s.a.w., sudah cukup kita menyakiti hati-nya Nabi Muhammad s.a.w., mudah-mudahan setelah ini Nabi Muhammad s.a.w. tidak mendengar berita dari kita, melainkan berita yang menggembirakan hati Rasulullah s.a.w. dari seluruh ummat-nya.

Amiin Yaa Robbal’alamiin

Pemuda Nabawiy Vol.1, No.5, September 2002 / Rajab 1423 H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: