Ukhuwah di Timur Tengah

DR A. Hasyim Muzadi, ketua umum PB NU, anggota Eminent Person OKI (Organisasi Konferensi Islam),

Belakangan ini, kami memang banyak melakukan perjalanan ke Timur Tengah dalam rangka memberikan kontribusi untuk terciptanya perdamaian di kawasan itu. Apalagi kawasan Timur Tengah adalah rata-rata negara Islam dan menjadi pusat dan asal Islam yang kita anut bersama.

Namun, ternyata belakangan umat Islam di sana tercabik-cabik. Di Palestina Hamas-Fatah pecah dan saling menyerang, Sunni-Syi’ah di Iraq mengarah ke peperangan. Di Lebanon-Syria, Sunni dengan Sunni juga pecah setelah terbunuhnya PM Hariri.

Dalam pekan ini, kami diundang pemerintah Aljazair dan Maroko. Dua negara Islam ini juga sekarang terlibat konflik karena perebutan wilayah perbatasan. Kami berkeyakinan, pada konflik dan peperangan di Timur Tengah, ada pihak ketiga di luar Islam yang mengadu domba. Karena itulah, kami banyak berdiskusi dengan para pemimpin Timur Tengah untuk mencegah provokasi dari musuh-musuh Islam.

Di dalam negeri sendiri, dengan seringnya PBNU ke Timur Tengah, terutama menyangkut Sunni-Syi’ah, banyak yang menimbulkan salah paham. Ada yang menuduh PB NU telah mendukung Syi’ah atau ingin menggabungkan Syi’ah dengan NU. Karena itulah, tulisan ini dibuat. NU tetap NU, Syi’ah tetap Syi’ah. Namun, sebagai sesama muslim, kita harus menjaga semangat ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah kita diadu-domba oleh musuh-musuh Islam.

Memprihatinkan

Dalam kurun tiga abad belakangan ini, kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia begitu memprihatinkan dalam berbagai lini kehidupan. Memang, secara ekonomi, ada sebagian negara Islam yang membanggakan berkat kekayaan alamnya berupa minyak. Namun, harus diakui bahwa negara-negara Islam, baik dalam bagian-bagiannya maupun secara keseluruhan, tidak berada dalam posisi suprioritas atau menjadi subjek yang menentukan dalam percaturan global.

Negara-negara Islam hingga detik ini masih menjadi negara-negara inferior, tidak menentukan, dan bahkan kerap menjadi “bidak catur” yang gampang diatur oleh negara superpower. Negara-negara Islam menjadi subordinasi dan dihegemoni oleh negara-negara maju.

Kesenjangan kaya-miskin dan lemahnya ukhuwah Islamiyah di antara negara-negara Islam Timur Tengah telah dijadikan target dan objek untuk dipecah belah oleh negara maju. Negara-negara Islam didesain terpolarisasi: ada yang dijadikan kawan dan ada yang dijadikan lawan. Kondisi ini secara tidak disadari telah menjadikan negara-negara Islam sebagai medan adu domba (divide et empera) sehingga negara Islam yang satu dilumpuhkan dan dihancurkan oleh negara Islam lainnya.

Rapuhnya persatuan dan kesatuan serta semangat tolong-menolong atau ta’awun antara sesama negara Islam menjadikan sasaran empuk bagi musuh untuk digilir, ditaklukkan satu per satu. Celakanya, proses penaklukan satu negara justru dibantu oleh negara Islam lainnya. Lihat, misalnya, hancur luluhnya Afghanistan yang diserang Amerika dan sekutunya dengan fasilitas dan bantuan Pakistan.

Dalam perang Iraq-Iran, Iraq dibantu Amerika. Namun, justru ketika Perang Teluk I, Iraq malah diserang AS dan sekutunya dengan bantuan negara tetangganya, Arab Saudi, dan sebagainya. Perang Teluk II, yang mengakibatkan Iraq akhirnya hancur luluh seperti sekarang ini, sebenarnya tidak karena invasi AS dan sekutunya, melainkan dukungan dan fasilitas yang diberikan oleh negara-negara Islam juga.

Kini ada tanda-tanda Iran akan menjadi sasaran selanjutnya. Lagi-lagi, negara-negara Islam dalam posisi tidak berdaya, menghadapi keroyokan negara kuat dalam kelompok 15 negara DK PBB.

Apakah keputusan Resulosi PBB yang memberikan sanksi bagi Iran tidak bakal dijadikan dasar legitimasi bagi AS dan sekutunya untuk kembali menginvasi Iran sebagaimana telah dilakukan terhadap Iraq? Tidak ada yang bisa menjamin dan mencegah AS untuk kembali merusak dan menyerang negara-negara Islam.

Kesadaran Global

Kenyataan yang memprihatinkan kalangan negara-negara Islam itulah, yang mendorong Nahdlatul Ulama, sebagai jam’iyah Islam dengan anggota yang mencapai 80 juta umat, yang mempunyai jamaah terbesar di dunia, untuk menggerakkan ukhuwah Islamiyah di kalangan umat Islam seluruh dunia. Memang, posisi umat Islam Indonesia tidak lebih baik daripada negara-negara lainnya. Namun, hal itu tidak menjadikan kami untuk berkecil hati demi terwujudnya perjuangan mulia ini.

Sesungguhnya, berdasar musyawarah kami dengan berbagai ulama dan mufti-mufti agama Islam di Timur Tengah serta para pejabat negara-negara Islam, kini telah muncul harapan besar yang akan menjadi pendorong arus kesadaran untuk kembali memperkukuh ukhuwah Islamiyah.

Dalam perbincangan dengan Panglima Hamas Khaleed Meshaal di Damaskus, misalnya, kami berdiskusi seru soal mengapa Hamas dan Fatah yang sesama muslim berkelahi.

Padahal, mereka mestinya bersatu padu melawan penjajah Israel yang telah 60 tahun menduduki Palestina. Kami nyatakan kepada pimpinan Hamas bahwa perkelahian sesama muslim akan menguntungkan musuh, Israel, karena akan mendapatkan kemenangan gratis. Kami bilang jangan pernah berharap penjajah akan melakukan amal saleh buat kemerdekaan Palestina.

Penderitaan dan penindasan selama 60 tahun yang dialami muslim Palestina tidak seberapa jika dibandingkan dengan penjajahan terhadap bangsa dan umat Islam Indonesia oleh Belanda selama 350 tahun. Namun, berkat perjuangan para ulama di negeri ini, bangsa dan umat Islam yang bersatu padu berhasil mengusir musuh.

Sesungguhnya, bukanlah persenjataan canggih yang ditakuti musuh-musuh negara-negara Islam. Mereka takut umat Islam bersatu menegakkan ukhuwah Islamiyah.

Juga ketika kami berdiskusi dengan sejumlah tokoh Sunni maupun Syi’ah di Timur Tengah tentang konflik sektarian Sunni versus Syi’ah di Iraq pascainvasi Amerika. Para ulama sepakat bertahun-tahun di Iraq tidak pernah terjadi konflik Sunni versus Syi’ah. Justru mereka terbiasa dengan saling bertetangga, bahkan melakukan perkawinan antara Sunni-Syi’ah. Konflik terjadi justru setelah pascainvasi AS dan sekutunya.

Ketegangan Sunni lawan Sunni pun juga terjadi antara Sunni Lebanon dengan Sunni Syria. Pemicunya juga pihak luar yang memecah belah, terutama setelah terbunuhnya mendiang PM Hariri di Lebanon.

Tumbuhnya kesadaran akan ukhuwah Islamiyah yang awalnya secara sporadis ini yang menjadi tekad kami untuk terus dimatangkan dan dimantapkan dalam forum di Bogor pada 3-4 April 2007. Mudah-mudahan semangat ini terus menggelinding sehingga cita-cita yang menjadi dambaan semua umat Islam di dunia, yaitu bangkit dan jayanya kembali Islam dalam pentas global, menjadi kenyataan.

Kamis, 24 Mei 2007, Jawa Pos Group

1 Response so far »

  1. 1

    ahmad h alattas said,

    bismillah arrah arrahim
    Wasalatu wasalam ala afdhal khalaq mursalin sayidina Muhammad Saw
    Pada bulan fadhila bulan ramadha di turun kan waktu layla tul qadar Kitabbalah al Quran Nur karim untuk membimbing manusia yang jahil menjadi manusia yaang bermoral dan ber ilmu dunia and akhirat.
    Ummat Islam pada zaman ini seperti rasul bilang sebagai busa air.
    Orang israel bukan musuh islam saja tapi musuh segala agama termasuk kristen sesudah islam. Hidup orang jahudi sebagaimana kanker di badan orang.dan mereka tidak pernah punya tempat tinggal sebagai mana orang gypsy selalu pindah pindah karena selalu dalam ketakutan atas pekerjaannya yang mereka bikinkan kepada orang lain atau bangsa yang dia tinggal di negeri itu, dan kepandainya yang terpandai dari ummat lainny adalah ahli fitnah sebagai mana bisa dilihat pada masa ini.

    Nabi musa AS sudah ditunjuk negeri pilihan buat ummat israel tapi mereka tidak mau pergi dulu dan mereka mau Nabi Musa As pergi lebih dulu untuk berperang tapi akhirnya tuhan berikan ghadab kepada orang israel selama 40 puluh tahun hidup di padang pasir, sampai pada masa generasi baru datang lahir barulah dibukakan tirainya yang mana negeri
    yang dipilihkan itu tidak jauh dari situ, dan juga pada akhirnya mereka keluar dari negeri itu karena akhlaknya yang busuk selalu dikejar kejar oleh bangsa romawi, dan lain lain nya.
    Dan pada masa ini banyak orang yahudi mengaku dirinya sebagai muslim karena muka nya tidak banyak beda dari orang orang arab dan mudah
    menyarukan dirinya sebagai muslim, dan kesempatan ini meraka itulah
    yang selalu membikin fitnah antara muslim dan mereka juga masukkan dirinya pada group islam termasuk pada al qaeda sebagai cia agent atau lain lain nya yang selalu memberi tahukan apa yang akan terjadi karena itulah agent agent negara negara laing sudah tahu lebih dulu sebelum apa yang akan terjadi which they call as insider info, dan juga sebagai penasehat group islam yan pintar dan spontan dengan briliant idea.
    Lihatlah dari hal hal yang lain sebagaimana semua orang tahu bahwa media adalah kepunyai oleh orang orang yahudi dan apan fungsi sebagai saya bilang di atas alat fitnah terhadap ummat islam, dan ini berhasil.
    Mereka selalu bilang pada orang anti semisthic dan kalau di perhatikan
    padalah adalah mereka itu(yahudi) tidak suka kerja sama dengan orang atau bangsa lainnya karena mereka tidak percaya pada yang lain nya.
    Sebagain mana film film serial seperti freind atau accoding to jim semau
    dpemain utamanya adalah bangsanya dan yang lainnya sebagai cecere supaya jangan menunjukan perbedaan dan juga producer yang besar besar haruslah bangsanya kalau tidak film itu tidak akan berjalan karena
    processnya harus melalui warner bros or goldenmeyer(MGM).
    Dan kenapa yahudi benci pada orang islam karena mereka itu tahu bahwa orang islam tahu betul mereka itu dan apa yang mereka perbuat
    terhadap agama lainnya dan termasuk terhadap Sayidina Isa As, mereka mengkhianat terhadap Sayidina Isa As dan memfitnah dan melaporkan
    kepada kerajaan Romawi dengan alasan alasan mereka dan menyerahkannya pada kerajaan romawi dan sayidina Isa As sampai disalibkan menurut mereka mereka yang awam dan ahli kitab yang betul
    tahu betul itu bukannya sayidina.
    Dan kenapa mereka tidak mau terima Sayidina As sebagai nabinya walaupun sayidina Isa As dari bangasanya, karena sayidina mengantark
    atau membawa agama baru oleh karena itulah mereka menolak agama baru itu karena mereka tidak akan menjadi tokoh tokoh utama dan buktinya bahwa mereka tidak mau terima agama kristen, sampai pada saat ini orang yahudi tetap memegang agamanya dan pada saat yang
    sama karena tidak mau melihatkan kejelekannya mereka tetap memegang tokoh tokoh kristen termasuk vatican dibawah kontrolnya dan juga archive injil oldest version sampai pada yang terakhir.
    Dan Yahudi tidak akan pergi perang tampa bantuan lainnya sebagai alat fitnah untuk masa depan andaikata satu masa musuhnya menjadi kuat dia tidak akan berdiri sendiri dengan tentunya akan dibawa bangsa yang
    bantu dalam perang itu.
    Dengan inilah kita selalu harus hati hati and teratur untuk menang terhadapnya satu sebagain islam bukan melalui atau diwakil oleh mazhab (lima besar) dan barulah kita bisa akan menang

    Allah Wafakum
    sallalllah ala sayidia Muhammad wa ala alihi wa sahbihi ajmain

    P.s I am very sorry if my indonesia language not good enough but that the best i can write, its been quite too long almost 30yeas
    dont write.

    Wassalam
    Ahmad Hasan Abubakar Alattas
    Jeddah Oct 4th 2007
    ahmadhalattas@yahoo.com
    966 505 624 055


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: