Berkah Orang Berpuasa

Oleh Habib Luthfiy

RASULULLAH pernah memberikan doa kepada sahabat Anas tiga perkara, antara lain memberikan doa berkah atau barokah dalam umurnya. Kemudian, barokah dalam rezekinya dan yang ketiga barokah putra putrinya.

Dari doa tersebut, sahabat Anas diberi umur panjang oleh Allah SWT hingga 166 tahun, Subhanallah. Meski usianya jauh di atas rata-rata orang lain, tetapi fisik sahabat Rasulullah tersebut tidak mau kalah dengan seseorang yang berusia di bawah 60 tahun.

Pandangan dan pendengarannya masih tajam. Selain itu, pikirannya tidak melemah atau pikun. Bahkan sebaliknya, daya ingatannya masih cukup tajam.

Terbukti, sahabat Anas bukan hanya bisa menghafal puluhan hadist, namun ribuan hadist.

Dalam menjalankan taatnya kepada Allah untuk beribadah, fisik beliau masih sehat. Shalat sunah tak satupun ditinggalkannya dan dalam bekerja, beliau sangat kreatif. Bahkan setiap ada kegiatan selalu terjun sendiri. Padahal umurnya sudah sedemikian banyak. Hebatnya lagi, semua kegiatan itu dilakukan sejak berusia muda.

Orang yang mendapatkan barokah dari umurnya tersebut tidak tergantung dalam kepanjangan umurnya, tetapi waktu itu dimanfaatkannya untuk menjalankan ibadah selama-lamanya atau mencari berkah dalam ibadahnya.

Semuanya itu tercapai atau ketersampaian, bahkan kelebihan waktu daripada kekurangan waktu. Misalnya, orang membaca Alquran dan tartilnya rata-rata selama empat sampai lima jam, itupun yang hafal Alquran. Namun sabahat Anas bisa melakukannya lebih cepat, yakni selama lebih kurang satu jam katam atau selesai membaca Alquran. Semuanya itu dilakukan karena beliau mendapatkan barokah dari waktu oleh Rasulullah SAW.

Dalam bertani atau mencangkul sawah sekian hektare, biasanya seseorang membutuhkan waktu sekian puluh hari, namun sahabat Rasulullah itu bisa melakukan jauh lebih cepat dan hasilnya pun luar biasa bagusnya.

Selanjutnya barokah dalam rezeki, tidak tergantung daripada rezekinya tersebut. Walaupun kelihatannya rezeki itu lebih kecil, tapi bisa dirasakan semuanya. Contoh, saat kita sama-sama menanak nasi satu kilo. Setelah nasi itu masak, kita bisa melhat bahwa yang kita nanak tidak pas dengan hasil nanakannya. Sedangkan yang sama-sama satu kilo hanya bisa pas untuk dimakan, bahkan terkadang untuk jatah empat orang sudah habis.

Apa yang dihasilkan sahabat Anas, bisa dimakan oleh orang banyak, bahkan sisa. Berikutnya barokah yang ketiga, yakni barokah dalam putra putrinya. Orang mendapatkan barokah tersebut sedikit banyak akan mendidiknya anaknya menjadi anak yang shaleh dan taat kepada Allah Ta’ala serta Rasullah dan kedua kedua orang tuanya.

Dengan demikian, tidak akan menyuarakan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat. Kalau bisa saya umpamakan, barokah tersebut seperti garam. Bumbu masak sebanyak apapun, penggunaannya yang paling sedikit adalah garam. Namun meski sedikit, bumbu tersebut sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Sebab, seandainya tanpa ada garam, entah bagaimana rasa masakan tersebut.

Melihat hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ternyata yang sedikit sangat berperan dan itulah yang berpengaruh. Yang bisa dipahami dari contoh tersebut bahwa setiap barang yang barokah dapat membuahkan sesuatu yang berfaedah dan manfaat bagi dirinya khususnya, keluarga serta lain-lainnya.

Maka, bila seseorang telah mendapatkan dan mau berusaha memperoleh barokah dari bulan Ramadan, paling tidak akan membentuk individu dan manfaat-manfaatnya. Hasil dari Ramadan bisa mengubah sikap kehidupan, yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Semua itu untuk menghadapi masa depan. Apalagi umur manusia terbatas, pasti akan kembali kepada sang pencipta. Dengan demikian, barokah Ramadan atau berkah orang berpuasa tidak akan menyia-nyiakan hidupnya. (46)

– Habib KH M Luthfiy bin Ali bin Yahya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng.

Kamis, 27 September 2007 Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

1 Response so far »

  1. 1

    tajdidsegar said,

    selamat hari raya, maaf la sebab tak sempat datang ke rumah anta.
    Alakulihal. ini ada sedikit ole-ole:


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: