Ahli Ilmu Hikmah Itu Telah Tiada

Rabu, 03 Oktober 2007
KH Muhaiminan Dimakamkan Pagi Ini

Innalillahi wainnaillaihi rajiun….
Innalillahi wainnaillaihi rajiun….
Innalillahi wainnaillaihi rajiun….

TEMANGGUNG- Kiai khos dari Parakan, Temanggung, KH Muhaiminan Gunardo, petang kemarin sekitar pukul 17.30 meninggal dunia di rumahnya kompleks pondok Kiai Parak, Kauman Parakan. Almarhum meninggal setelah beberapa hari lalu sempat menjalani rawat inap di RS Kariadi Semarang karena sakit liver.

Semalam jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, dengan ditunggui istri, anak-cucu dan para kerabat serta para santri pondok yang diasuhnya itu.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di pemakaman umum Kiai Parak, Parakan, pada hari ini sekitar pukul 08.00, setelah sebelumnya dilakukan upacara pemakaman.

Mbah Hinan, panggilan akrab KH Muhaiminan Gunardo, dilahirkan di Parakan, 74 tahun lalu. Dia meninggalkan seorang istri, Hajjah Jayidah Muhaiminan, 4 orang anak laki-laki dan 2 orang perempuan. Selain dikenal sebagai kiai karismatik, dia juga merupakan pendiri dan pengasuh pondok pesantren Kiai Parak.

Sedangkan aktivitas berdakwah menjadi kegiatan utamanya selama ini. Selain di Kabupaten Temanggung sendiri, dia seringkali diundang ke kota-kota lain di Jawa Tengah, terutama di kawasan pantura, bahkan juga di luar Jawa. Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat sering berkunjung ke kediamannya untuk mendapatkan nasihat-nasihat.

Ahli Hikmah

Selama ini masyarakat lebih mengenal Mbah Hinan selain sebagai alim ulama yang ahli di bidang agama juga ahli di bidang ilmu hikmah. Tak sedikit yang berhubungan dengan almarhum berkaitan dengan ilmu kekebalan untuk pertahanan diri bahkan tak sedikit yang berkaitan dengan kedudukan dan jabatan. Kiai khos itu telah tiada, selamat jalan Mbah Hinan.

Dunia politik pernah digelutinya dengan menjadi salah seorang pengurus Dewan Syuro DPP PKB sebelum terjadi konflik. Ketika PKB pecah menjadi PKB kubu Muhaimin Iskandar dan Alwi Shihab, dia berafiliasi ke PKB Alwi Shihab.

Adapun di organisai PBNU, almarhum menjabat sebagai Mustasyar. Disamping itu, saat ini dia masih menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Jam’iyyahTariqah Muqtabaroh An-Nahdliyyah serta pimpinan Tariqah Syadzaliyah.

Sementara itu, Bupati Temanggung Irfan mengatakan, KH Muhaiminan Gunardo merupakan seorang tokoh panutan yang sangat dikenal masyarakat luas. Selain itu, beliau juga banyak memberikan sumbangan spiritual bagi kehidupan masyarakat dan perhatian kepada dunia birokrasi.

”Dengan wafatnya KH Muhaiminan Gunardo, bupati dan masyarakat Kabupaten Temanggung merasa kehilangan,” tutur Bupati, sembari berdoa agar wafatnya dalam keadaan khusnul khatimah.

Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wakfuanhu. Amin.

——————————————————————————————-
Kamis, 04 Oktober 2007

Ribuan Pelayat Antar Jenazah Mbah Hinan

TEMANGGUNG – Ribuan pelayat berdesak-desakan mengantarkan jenazah KH Muhaiminan Gunardo menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman Kiai Parak, Kauman Parakan, kemarin.

Rasa sedih yang mendalam dan isak tangis tidak bisa lagi disembunyikan dari wajah mereka, terutama tatkala jenazah kiai karismatik yang biasa dipanggil Mbah Hinan itu mulai diturunkan ke liang lahat.

Para pelayat tidak hanya berasal dari Temanggung, namun juga kota/kabupaten lain di Jateng dan Jatim. Mereka juga bukan hanya ulama dan santri, tapi juga para pejabat, tokoh masyarakat, PNS, dan alumni Pondok Kiai Parak dan masyarakat kalangan bawah.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam upacara pemakaman itu antara lain Ketua Dewan Syuro DPP PKNU sekaligus pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang KH Abdurrahman Chudlori (Mbah Dur), Idham Chalid (Sekjen PKNU), Abdul Kadir Karding (Ketua DPP PKB), HM Adnan (Ketua PWNU Jateng), dan Maarif Zainudin (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri).

Sementara dari kalangan pejabat, tampak hadir Gubernur Ali Mufiz, Bupati Temanggung M Irfan, sejumlah bupati/wali kota di Jateng, serta pejabat dan staf dinas/instansi Pemkab Temanggung dan Pemprov Jateng.

Gubernur Ali Mufiz dalam sambutan upacara pemakaman mengatakan, masyarakat Jateng sangat kehilangan atas wafatnya KH Muhaiminan Gunardo, yang selama hidupnya senantiasa mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat. ”Semoga segala amal-amalnya diterima Allah SWT dan diampuni kesalahan-kesalahannya,” kata dia.

Menurut Gubernur, Mbah Hinan merupakan sosok sederhana. Namun dedikasinya bagi kemaslahatan umat sangat tinggi. ”Karena itu, kita perlu meneladani dan berkewajiban untuk meneruskan segala perjuanganya tersebut.”

Dakwah ke Luar Jawa

KH Abdurrahman Chudlori mengatakan, akhir-akhir ini Mbah Hinan sangat giat untuk berdakwah dan menyebarkan ilmunya ke mana-mana, termasuk luar Jawa. Itu karena keprihatinannya dengan fenomena yang terjadi, dimana fitnah makin merebak, halal-haram tidak dibedakan lagi dalam mencari penghidupan, dan anak durhaka pada orang tua.

”Karena itu, kalau ulama dipanggil Allah, sebetulnya telah menjadikan gelap dunia ini. Ibaratnya, jika Allah akan mengambil lampu dunia, maka diambil oleh-Nya para ulama itu,” tambahnya.

Dikatakan, jika manusia tidak segera memiliki lampu, pasti akan tersesat dalam mengarungi kehidupan. Selama hidupnya, Mbah Hinan telah memberikan teladan kepada para ulama agar selalu menyebarkan ilmunya. Sebab, jika ulama tidak mau menyebarkan ilmunya akan dilaknat Allah. ”Mbah Hinan selalu berupaya berjuang melalui bidang apa pun, termasuk ketika memilihkan calon gubernur,”ujarnya. (H24-62)

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: