Qurban dan Idul Adha

Idul Adha yang juga kita sebut sebagai Hari Raya Haji dan Hari Raya Qurban jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, hari dimana para jemaah haji melaksanakan ibadah haji di Baiutullah.

Sejak tanggal 9 Dzulhijjah para jemaah haji telah melakuan wukuf di ‘Arafah, sedangkan kita yang tidak pergi haji disunnahkan untuk berpuasa ‘Arafah. Barang siapa yang mempunyai hutang puasa bulan Ramadhan atau puasa nadzar boleh menggabungkannya dengan puasa ‘Arafah. Sungguh besar pahala yang diperoleh dari puasa ‘Arafah ini karena dapat menghapus dosa kita yang telah lalu dan yang akan datang dengan ukuran waktu tertentu seperti hadits Nabi SAW: “Puasa Arafah menghapus dosa seseorang satu tahun yang telah lalu dan yang akan datang.”

Pada tanggal 10 Dzulhijjah kita melaksanakan sholat Idul Adha di masjid atau di lapangan, disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu dan sholat dimulai lebih cepat dari pada sholat Idul Fitri. Shalat ini dikerjakan dua rakaat dengan tujuh takbir selain takbiratul ikram, sedangkan pada rakaat kedua dengan lima takbir selain takbiratul qiyam diantara takbir tersebut kita membaca: “Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

Setelah selesai melaksanakan shalat kemudian khatib berkhutbah dengan dua khutbah yang berhubungan dengan ibadah haji atau tentang qurban. Dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban penyembelihan. Sebaiknya dilakukan oleh orang yang berkurban, tetapi bila berhalangan boleh diwakilkan, disunnahkan pula untuk memakan daging kurbannya asal tidak lebih dari sepertiga bagian daging tersebut. Hendaknya dipilih hewan ternak yang baik, tidak kurus, cacat, berpenyakit, dan cukup umur. Berkurbanlah dengan yang terbaik karena itu adalah bukti kebesaran iman kita kepada Allah Swt. Disebutkan dalam suatu hadits: “Sesunggunhnya Allah tidak akan pernah menerima daging hewan kurban tersebut dan tidak pula darahnya tetapi Dia mendapatkan taqwa dari kamu.”

Sebagai penyambutan terhadap Hari Raya yang mulia ini, ummat Islam mulai bertakbir sejak maghrib tanggal 10 Dzilhijjah hingga ashar tanggal 14 Dulhijjah atau pada hari tasyriq. Empat hari ini ditambah dengan Hari Raya Idul Fitri diharamkan untuk berpuasa sebagai penghormatan terhadap Hari Raya tersebut. Apabila Hari Raya Idul Adha ataupun Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jum’at maka boleh tidak melaksanakan sholat Jum’at tapi diganti dengan shalat dzuhur biasa.

Nabi kita Muhammad SAW sangat menganjurkan kita untuk berkurban terutama bagi yang telah mampu, beliau selalu berqurban setiap tahun hingga akhir hayatnya dan ia sangat membenci orang yang tidak mau berkurban padahal ia mampu. Diterangkan dalam haditsnya: “Barang siapa yang mampu untuk berqurban tapi tidak berqurban maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami.”

Idul Adha dan kurban mendidik kita untuk memperkuat tali ukhuwah islamiyah, solidaritas antara sesama muslim, memperluas medan ibadah, dan berdampak ekonomi bagi para fakir miskin, serta melatih kita untuk selalu berbuat dermawan. Allah Swt telah mewajibkan kita untuk berkurban sepeti yang tercantum dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membecimu dialah orang yang terputus.” (QS. Al Kautsar: 1-3).[]

KH Imam Badri http://gontor.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: