Archive for Maret 19, 2008

Penghormatan para Sahabat kepada Nabi SAW

Dari Anas ra. katanya, “Pernah Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menuju ke majelis Muhajirin dan Anshar. Ketika itu mereka sedang duduk. Di antara mereka ada Abu Bakar ra. dan Umar ra.. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani mengangkat pandangannya langsung kepada Nabi SAW selain Abu Bakar ra. dan Umar ra. Kedua sahabat itu langsung memandang Nabi SAWdan Nabi pun memandang keduanya. Kedua sahabat tersenyum kepada Nabi SAW dan Nabi pun tersenyum kepada keduanya”. (Tarmidzi, Asy Syifa 2/33)

Dari Usamah bin Syarik ra. katanya, “Kami duduk di hadapan Nabi SAW seolah-olah di atas setiap kepala kami ada seekor burung bertengger. Tiada seorang pun dari kami yang berani berbicara. Tiba-tiba ada sekelompok orang datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah?” Sabda Beliau, “Orang yang paling baik budi pekertinya”.” (Thabrani, Ibnu Hibban, At Targhib, 4/187)

Dari Barra’ bin Azib ra. katanya, “Pada suatu ketika aku ingin bertanya kepada Nabi SAW tentang suatu urusan, tetapi aku menunda pertanyaan tersebut hingga dua tahun dikarenakan kewibawaan Beliau”. (Abu Ya’la, Tarjuumaanus Sunnah, 1/370)

Kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah SAW

Kecintaan Seorang Sahabat ra.
Dari ‘Aisyah r.a katanya, “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri dan engkau lebih aku cintai daripada orang tuaku. Jika aku berada di rumah, aku senantiasa merindukan dan tak sabar untuk secepatnya dapat bertemu dan melihatmu. dan apabila aku teringat kematianku dan kematianmu, tetapi aku tahu engkau kelak dimasukan ke dalam surga, tentunya engkau akan ditempatkan di surga yang paling tinggi beserta para Nabi. Sedangkan jika aku dimasukkan ke dalam surga, aku takut jika kelak tidak dapat melihatmu lagi”. Nabi SAW tidak menjawab ucapan orang tersebut sampai Jibril menurunkan firman Allah,

Artinya: Dan barang siapa mencintai Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu Nabi-nabi, para Shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan merekalah teman yang sebaik-baiknya. (An Nisaa’: 69)

(Thabrani, Abu Nuaim. Al-Hilyah. 4/240)

Dari Ibnu Abbas ra. dikatakan ada seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata. “Wahai Rasulullah aku sangat mencintaimu dan selalu mengingatimu. tapi yang aku takutkan jika kelak engkau dimasukkan ke dalam surga di tingkat yang paling tinggi sedangkan aku dimasukkan di tempat yang tidak sama denganmu, maka aku takut tidak dapat lagi melihatmu kelak di akhirat”. Rasulullah SAW tidak menjawab ucapan lelaki itu sampai Allah menurunkan fimian-Nya. Wa man yutiillah war Raszila fa ulaika ma’al ladzina…(An Nisaa’: 69). Setelah itu Rasulullah SAW membacakan ayat tersebut di hadapan lelaki itu dan mendoakanya.”
(Thabrani, Al-Haitsami. 4/7)

Kecintaan Sa’ad bin Mu’adz ra.
Dari Abdullah bin Abu Bakar ra., ‘.Sesungguhnya Sa’ad bin Muadz ra, berkata kepada Nabi SAW . “Ya Rasulullah. maukah engkau kami buatkan sebuah benteng dan kami siapkan di sisimu sebuah kendaraan. Kemudian kami maju berhadapan dengan musuh, jika kami diberi kemenangan oleh Allah maka itulah yang kami harapkan. tapi jika terjadi sebaliknya, maka engkau dapat segera pergi dengan kendaraan ini. menemui pasukan kita yang masih ada di belakang kita. sebab di belakang kami tertinggal sejuklah kaum yang sangat mencintaimu. Sungguh andaikata mereka tahu bahwa engkau akan berperang pasti mereka akan ikut semuanya. Akan tetapi di karenakan mereka tidak tahu bahwa engkau akan menemui pasukan musuh seperti ini. maka tidaklah heran jika sebagian orang tidak ikut bersama engkau.”Maka Rasullah SAW menyatakan terimakasihnya dan mendoakan kebaikan baginya, kemudian mereka membangunkan sebuah benteng bagi Nabi
(Ibnu Ishaq, Al-Bidayah 3/268)

http://www.go.to/sahabatnabi

Comments (1) »