Pemindahan Tempat Haji Tak Sah

  • Gus Mus: Tak Sesuai Alquran

SALATIGA– Sah tidaknya perubahan pelaksanaan ibadah haji, mulai tahun ini, masih menjadi perdebatan di kalangan kiai dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Indonesia.

Menurut KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, perubahan itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah sekadar bergeser atau berpindah tempat.
”Jika berpindah sudah pasti tidak sesuai dengan di Alquran dan kitab fiqih, tetapi jika hanya diperlebar atau diperluas itu tetap sah,” kata Rais Syuriah PB NU itu saat menjadi narasumber dalam Munadhoroh KBIH Regional Jateng di Ponpes Edi Mancoro, Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (15/4).

Tidak Sah

Jika berpindah tempat membuat ibadah haji tidak sah, karena tidak sesuai dengan rukun haji. Namun jika tempatnya hanya diperlebar dan tetap di antara kedua bukit tersebut, ibadah haji tetap sah.

Sebagaimana diketahui pemerintah Arab Saudi, mulai tahun ini, akan mengubah sejumlah tempat ibadan haji. Salah satunya perubahan masa atau tempat bersai dipindah 30 meter dari posisi semula dan tidak adanya tumpukan batu-batu, baik di Sofa dan Marwah.

Item ini sangat penting, mengingat baik di dalam Alquran, Sunnah Rasul maupun kitab Fiqih menyebutkan pelaksanaan sai dilaksanakan di bukit Sofa dan Marwah dan termasuk dalam rukun haji. Kedua turut berubah adalah tidak adanya lagi Marma atau tugu pada Jamarat (tempat melempar jumrah) yang diganti dengan jidar atau tembok.

Kemudian Mabit Mina pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, ternyata sebagian besar jamaah haji Indonesia masih berada di Muzdalifah.

Masalah mabit atau tempat bermalam, dia berharap agar pemerintah RI melobi Kerajaan Arab Saudi sehingga jamaah haji Indonesia mendapat keistimewaan agar dekat dengan jamarat, mengingat jumlah jamaah asal Indonesia paling banyak dan orangnya kecil-kecil fisiknya.(bsn,H2-77)

16 April 2008 http://www.suaramerdeka.com

8 Tanggapan so far »

  1. 2

    Ahmed said,

    Salams
    Masha’Allah a very good website. Please can you visit and add http://www.haqislam.org to your links also.

    Wasalam

  2. 3

    jogja said,

    kalau saya tanyakan saja sama para Salafy wahabi di seluruh Indonesia terutama tokoh-tokohnya

  3. 4

    danu said,

    Dilebarkan apa dipindah sih?? Hayoo.. kata khotib jum’at cuma dilebarkan..

  4. 5

    Jogjakarta said,

    mas danu di lebarkan ke arah mana ?

  5. 6

    Cloyingly said,

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Cloyingly!!

  6. 7

    Yusuf said,

    Sumber : Habib Munzir bin Fuad Al Musawa http://www.majelisrasulullah.org

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

    semoga kebahagiaan dan kesejukan jiwa selalu menerangi hari hari kita,

    saudara-saudariku yg kumuliakan,
    mengenai pemindahan tempat Jumrah ia bukanlah dipindahkan, namun dibangun terowongan dan lantai tingkat hingga mereka melempar dari bawah terowongan dan beberapa lantai keatas, hal ini tak mempengaruhi karena yg menjadi syarat adalah jatuhnya batu di lobang, maka jika lobang diperdalam demi masuknya batu yg dari bawah terowongan maka hal itu tak merubah sesuatu, demikian kabar yg kami terima dari Ikhwan kita di saudi arabia.

    mengenai Mabit di Mina, memang pemerintah saudi arabia membuat mina baru, dan itu telah dikeluarkan Fatwa Al Allamah Alhabib Salim Assyatiri bahwa mina baru tidak sah sebagai Mina, maka hendaknya jemaah haji walau menginap di Mina baru atau muzdalifah, agar ia lewat dan duduk beberapa saaat saja di Mina yg lama, dan hal itu sudah tergolong Mabit, karena Mabit dalam syariah adalah diam/ duduk beristirahat walau sekejap walau tak tidur,
    maka menurut fatwa ALhabib Salim, Mina baru tidak sah.

    mengenai Sai yg dipindahkan maka hal itu batil karena sai adalah rukun haji, tak bisa dipindahkan karena sudah Nash Alqur’anulkarim.

    namun saudaraku sampai saat ini saya belum berhasil mendapat Hubungan dengan Mufti Tarim ALhabib ALi Masyhur.

    Insya Allah jika sudah ada jawaban beliau akan saya tampilkan demi memperjelas..

    semoga sukses saudaraku, kami sudah rindu sekali pada anda untuk berjabat tangan hangat di Jakarta,

    salam rindu.

  7. 8

    elsahlan said,

    Anda semua harusnya tau dan anyak mengkaji dari berbagai media serta sumber, bahwasanya salah satu proyek besar pendukung dajjal (zionis yahudi/iluminati/freemason) adalah menghilangkan simbol2 keislaman (termasuk ka’bah yang suci) dari sejarah umat manusia, sehingga anak cucu kita tdk lagi mengenal islam lewat sejarahnya, karena simbol2 sejarah islam telah dihilangkan … islam tinggal mitos saja. Anda tahu sekalian bahwa raja saud berfaham wahabi-salafy adalah bersilsilah yahudi tulen, sehingga lewat pemerintahannya dia melakukan proyek itu dengan zionis dibelakangnya. syarat2 haji contoh: berlari2 kecil antara bukit syafa dan marwah itu memiliki sejarah dan arti serta makna tersendiri, jadi klo itu dipinahkan maka hilanglah makna serta arti haji yang sebenarnya. dan lagi tugu lempar jumrah yang sekarang diganti dengan tembok itu juga termasuk penghilangan simbol perlawanan terhadap syetan. anda tahu bahwa tugu jumrah klo di mesir tugu itu namanya OBELISK = IBLIS (liat di internet). dan anda perlu tahu bahwasanya raja saud amatlah mendukung zionis yahudi itu …. jika tidak percaya silahkan cek di : http://ruangfana.blogspot.com/2012/11/dajjal-di-tanah-suci-muslim-wajib-baca.html


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: