Habib Munzir bin Fuad Almusawa

Kebangkitan Sunnah

Dimasa mulai redupnya cahaya syariah maka para pembela sunnah segera memperbaharuinya, sebagaimana ketika wafatnya Rasulullah saw dan Mahkota Dakwah pada Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, mulailah terjadi hal-hal yang mesti dimunculkan yang sebelumnya belum pernah dilakukan, Khalifah Abubakar Asshiddiq ra memerangi muslimin yang tak mau mengeluarkan zakat, sebagaimana sabda Nabi saw bahwa aku diperintahkan memerangi manusia hingga mereka bersaksi tiada tuhan selain Allah, melakukan shalat, mengeluarkan zakat, bila mereka melakukan itu maka amanlah darah mereka dariku dan harta mereka, dan perhitungan mereka atas Allah swt (shahih Bukhari dan Muslim). Rasul saw belum pernah memerangi orang muslimin dimasa hidupnya, namun dengan hadits ini Khalifah Abubakar Shiddiq ra beristinbat dan memerangi kaum muslimin yang tak mau berzakat, maka Khilafah islamiyah selamat dari kehancuran,

Kemudian terjadilah pembantaian pada Ahlul Yamamah, yaitu para sahabat yang hafal alqur’an, maka berkata Umar bin Khattab ra agar Alqur’an ditulis dan dikumpulkan dalam satu jilid, maka Abubakar ra berkata : Bagaimana aku berbuat hal yang tak pernah diperbuat oleh Rasulullah saw?,(tak pernah ada hadits atau ayat yang memerintahkan untuk membukukan Alqur’an dalam satu kitab sebagaimana sekarang, Alqur’an masih bertebaran di hafalan sahabat, tertulis di tembok-tembok dan di kulit onta), namun Umar ra terus membujuknya demi maslahat muslimin, akhirnya Khalifah Abubakar ra setuju dan ia memerintahkan Zeyd bin tsabit ra untuk mulai menulis dan menjilid Alqur’an (Shahih Bukhari hadits no.4402 dan 6768). Penulisan Alqur’an dan penjilidannya diresmikan dimasa Khilafah Usman bin Affan ra, hingga kini Mushaf Al Qur’an disebut Mush haf Utsmaniy.

Di zaman Umar bin Khattab ra ia mengeluarkan fatwa shalat tarawih berjamaah, dan ini tak pernah diperintahkan di zaman Rasul saw, walaupun pernah diberlakukan namun kemudian dibubarkan dan tak pernah diperintahkan Rasul saw untuk dilakukan kembali, dan tak pernah dilakukan lagi hingga beliau saw wafat, baru dimasa Umar ra shalat tarawih dilakukan berjamaah, seraya berkata : “inilah sebaik baik bid’ah” (shahih Bukhari hadits no.1906). Khalifah Usman bin Affan ra merubah Adzan pada shalat jumat menjadi dua adzan, maslahat bagi muslimin karena muslimin mulai berdatangan dari tempat yang jauh, dan hal itu tak pernah dilakukan dimasa Rasul saw, dan dimasa khalifah-khalifah sebelumnya.

Kemudian selesai masa Muhajirin dan Anshar, wafatlah para sahabat radhiyallahu’anhum, wafatlah kesemua wajah mulia yang menyaksikan hadits dan turunnya ayat, maka mulailah para Tabi’-Tabi’in risau hadits-hadits Rasul saw akan dilupakan, atau dipalsukan, maka mereka mulai menulis hadits-hadits itu, serta mulai mentashihkan hadits dengan Ilmu Musthalahul Hadits, yang sebelumnya tak pernah diperintahkan oleh rasul saw untuk memilah-milah hadits beliau saw, namun hal ini diada-adakan oleh para Ulama demi terjaganya syariah Islamiyah dan Sunnah Nabawiyyah. Kemudian mulailah timbul Ikhtilaf dalam pemahaman hadits dan ayat, maka demi menyelamatkan ummat terbentuklah Madzhab, agar muslimin bisa berpedoman pada satu Imam dalam pengamalan Ibadahnya.

Kemudian mulai redup pula lah semangat ummat untuk perduli pada sunnah, semakin banyak orang yang meninggalkan shalat, semakin banyak orang yang hanya berfikir dunia dan dunia, maka barat dan timur dipenuhi Fasad dan kedhaliman, maka para pejuang sunnah mulai mencari cara untuk Kebangkitan sunnah dan Medan Dakwah Akbar yang dapat memadukan muslimin dalam satu perkumpulan, demi silaturahmi, demi mereka mendengarkan Tabligh dan demi bangkitnya semangat baru, namun kebangkitan semangat ini butuh lambang pembangkitnya, bukan Ramadhan, bukan idulfitri, bukan idul adha, karena hari-hari itu sudah umum, maka mereka mengambil kesimpulan bahwa simbol kebangkitan Ummat adalah hari kelahiran Rasul saw, hari mulia yang mengawali kebangkitan Risalah, karena Rabi’ul awwal bukan hanya bulan kelahiran nabi saw, namun juga bulan Hijrahnya Rasul saw ke Madinah, sebagaimana dijelaskan dalam semua buku sejarah bahwa Hijrah Rasul saw bukanlah pada bulam Muharram, namun Umar bin Khattab ra memulai penanggalan Hijriah pada 1 Muharram karena di bulan itulah sahabat mulai berhijrah ke Madinah, namun Hijrah Rasul saw adalah pada Rabiul awal, maka dibulan itu pula wafatnya Rasul saw.

Kejadian-kejadian agung yang merupakan kebangkitan risalah kesemuanya berpadu pada hari kelahiran Rasul saw, yaitu kelahiran beliau adalah lambang seluruh kebangkitan islam, lalu hari hijrah beliau saw yang merupakan lambang semangat tersuci dalam islam, yaitu berpadunya semangat Muhajirin yang meninggalkan kampung halamannya yang tercinta ke negeri asing, dan semangat Anshar yang menerima tamu-tamu asing untuk dibagi dua harta mereka, dan rumah mereka. Dua semangat agung dari penegak Risalah ini berpadu pada hijrah Rasul saw yaitu yang juga pada senin 12 Rabiul awwal. Kemudian hari wafatnya Rasul saw yang juga pada senin 12 Rabiul awwal, saya menamakan hari wafatnya Rasul saw adalah hari kebangkitan semangat terdahsyat setelah wafatnya Rasul saw yg mana para sahabat berpecah belah dan putus asa, Namun di hari 12 Rabiul awal saat jenazah rasul saw masih terbujur, maka bangkitlah Da’I Agung, Sayyidina Abubakar Asshiddiq ra yang berpidato membangkitkan semangat muhajirin dan anshar agar tak putus asa, maka bangkitlah semangat mereka.

Tiga kejadian besar berpadu pada 12 Rabiul awwal, yaitu Kelahiran sang Nabi saw yang mengawali kebangkitan Risalah, peristiwa Hijrah yang mengawali penyebaran risalah dan kekuasaan Islam, dan peristiwa wafatnya Rasul saw yang melambangkan kebangkitan semangat para sahabat untuk terus berjuang dan setia pada perjuangan Nabi mereka. Maka para pembesar ulama mengambil munasabah 12 Rabiul awal dengan perayaan, Medan Tabligh, Medan pembangkit semangat muslimin, untuk kembali pada Panji Rasulullah saw, nama beliau saw di elu-elukan, dipuji, dimuliakan, sejarahnya dibacakan, kesemuanya demi menyemangati muslimin agar kembali beridolakan Sang Nabi saw sebagaimana para sahabat radhiyallahu’anhum. Maka hal ini berhasil, Medan Dakwah dan Tabligh terbesar didunia sepanjang tahun adalah pada Rabiul awal, tak ada medan dakwah terbesar didunia melebihi perayaan hari kelahiran Rasul saw, dimana hampir setiap masjid, majelis taklim, musholla, bahkan perkantoran, sekolah, bahkan rumah-rumah masyarakat, dipenuhi dengan kesibukan merayakan Maulid Nabi saw, merupakan adat istiadat agung yang diajarkan para salfussholeh demi bangkitnya cinta ummat ini pada Nabi mereka,

12 Tanggapan so far »

  1. 1

    budisuci berkata,

    weiss.. ini baru habib.. top!

  2. 2

    moethoy berkata,

    Yang Mulia Habib Munzir alMusawa adalah satu2nya Habaib yg website nya
    aktif dan ramai dikunjungi pecintanya. Ratusan bahkan ribuan orang yg
    mengambil manfaat di http://www.majelisrasulullah.org tsb.

    Dengan ilmunya yg luas (terutama hadits) dan bahasanya yg enak
    ketika menjawab pertanyaan2 yg disampaikan kpdnya, membuat beliau
    semakin dipercayai dan digandrungi kawula muda seluruh nusantara ini,
    bahkan sampai ke mancanegara (malaysia, singapura).

    Semoga Habib Munzir dapat terus istiqomah dalam dakwahnya. amin

  3. 3

    ahmad fauzi berkata,

    kekasihku Habibana Munzir bin Fuad Almusawa senantiasa mengenalkan jiwa pada Sayyidina Muhammad untuk semakin dekat pada cinta RabbNya

  4. 4

    mohd najib bin latip berkata,

    assmkum saudara pengarang bolehkah sekiranya memberikan email dan contact number al habib munzir kepada saya. kerana saya berhajat ingin menjemputnya le malaysia untuk menyampaikan ilmu ilmunya di sini. terima kasih.

  5. 6

    Zulkarnain El-Madury berkata,

    Sayangnya para habib hingga sekarang tidak yang perduli dengan bid’ah dan syirik

  6. 7

    Zulkarnain El-Madury berkata,

    Ya habaib, coba jelaskan silsilah antum semua secara mushtalah hadist, agar bisa meyakinkan

  7. 8

    Zulkarnain El-Madury berkata,

    soalnya saya juga keturunan Nabi, bahkan keturunan Nabi yang pertama bib, jadi saya habib dong

    • 9

      Ummati berkata,

      Kasihan, orang madura yang satu ini tampaknya lagi kebingungan…. Semoga cepat dapat petunjuk dari Allah SWT.

  8. 10

    budisuci berkata,

    kataa “habib berarti kekasih, ga mesti keturunan Nabi Muhammad saw saja yg disebut habib, semua kekasih boleh menyebut kekasih lelakinya habib, istri boleh menyebut suaminya habib atau habiby (kekasihku), atau ayah ibu menyebut anaknya habib atau habiby jika anak kelaki,

    untuk wanita habibah, atau habibaty, semua isuami boleh menyebut istrinya habibaty, atau untuk anak perempuannya,

    cuma dari semua kekasih, yg diperintah oleh Allah swt untuk dicintai sebagai balas jasa atas dakwah Nabi saw adalah keluarga beliau saw. : Katakan wahai Muhammad, aku tidak minta balasan apa apa kecuali cinta pada keluargaku”

    jelas sudah, kita boleh nyebut orang yg kita cintai dg kalimat habib, tapi yg paling berhak diantara mereka adalah keturunan dan keluarga Rasul saw… wajib hukumnya mencintai keluarga Rasul saw sebagaimana perintah Allah swt diatas.

    kalau hb munzir, beliau suka disebut habib dg alasan : “saya belum pantas dipanggil ustaz, kyai, syeikh, guru, saya lebih suka dipanggil habib, karena saya suka dijadikan orang yg dicintai oleh sdr muslimin, dan saya belum pantas menyandang gelar ustaz, kyai, syeikh, guru dll”

    giitu jawaban beliau di forum tanya jawab web beliau, padahal beliau itu hafal Shahih Bukhari, Fathul Baari, mendalam dalam ilmu hadits dan tafsir, fiqih dan tauhidm terbukti dari forum tanya jawab di web beliau yg sudah menjawab lebih 10 ribu pertanyaan tentang berbagai hukum, masalah hadits, fiqih, tauhid, tasawuf, mustalah, rijalul hadits, dlsb..

    emang elu kutu mangge mo disebut habib juga… hue…hue..hue..”

  9. 11

    fakir ilmu berkata,

    heheh kok kurang pas yee judul ama isinya

  10. 12

    Nurjanna hayati husain berkata,

    Munculnya pembid’ahan maulid nabi dimulai oleh seorang yang bernama muhammad bin abdul wahab,,yang pemikirannya banyak dipengaruhi oleh seorang mata mata inggris yang bernama hemper…kemudian dengan bantuan inggris dan persekutuan dengan kloni muhammad bin sa’ud,dia mulai membuat aliran baru bernama madzhab wahabi…dengan semboyan kembali kepada Qur’an dan sunnah..menghindari bermadhzab pada empat imam madhzab dalam hal fiQih…bahwa sesungguhny pembid’ahan peringatan maulid nabi besar SAW adlah rencana kerajaan inggris,,karena kekhawatirannya terhadp kekuatan ISLAM….
    sUBHANALLAH TERIMA KASIH ATAS ARTIKEL INI…IJIN COPY PAK USTADZ…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: